Forex Articles

Rabu, 18 Januari 2012

Weighted Moving Average (Rata-Rata Bergerak Tertimbang)

Weighted Moving Average (WMA) menghasilkan nilai yang hampir sama dengan SMA. Perbedaannya adalah masalah pembobotan. Jika dalam perhitungan SMA menganggap bobot untuk setiap harga saham di masa lalu adalah sama, maka dalam perhitungan WMA menganggap bahwa harga saham satu hari yang lalu memiliki bobot yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga saham hari-hari sebelumnya. pembobotan yang lebih tinggi ini didasarkan pada relevansi harga saham masa lalu yang paling mendekati hari ini adalah yang paling baik/kuat.
Sebagai contoh, jika investor ingin membuat WMA 4 hari dari suatu saham, maka dia harus:
a)    Memberikan bobot pada harga saham untuk setiap 1 harinya. Harga saham 1 hari sebelum mendapatkan bobot 4, harga saham 2 hari sebelum mendapatkan bobot 3, harga saham 3 hari sebelum mendapatkan bobot 2, dan harga saham 4 hari sebelum mendapatkan bobot 1.
b)    Menjumlahkan semua hasil perkalian antara harga saham dengan pembobotan tersebut.
c)    Membagi hasil penjumlahan itu sebesar jumlah bobot yang telah dibebankan ke masing-masing harga saham masa lalu, yaitu 4 ditambah 3 ditambah 2 ditambah 1. Jadi nilai pembaginya adalah 10.
jika ditulis dalam suatu rumus, maka hasilnya adalah sebagai berikut:
WMA (4) - |(P4 x 1) + (P3 x 2) + (P2 x 3) + (PI x 4)}
(I +2 + 3 + 4)
Keterangan:
WMA (4): Rata-rata bergerak tertimbang 4 hari perdagangan sebelumnya.
P 4    :    Harga saham 4 hari sebelumnya.
P 3    :    Harga saham 3 hari sebelumnya.
P 2    :    Harga saham 2 hari sebelumnya.
P 1    :    Harga saham 1 hari sebelumnya




Tanggal
harga
WMA (5)
01/02/2004
4475

01/05/2004
4525

01/06/2004
4425

01/07/2004
4450

01/08/2004
4600

01/09/2004
4925

01/12/2004
5050

01/13/2004
5200
{(5050x5)+(4925x4)+
(4600x3)+(4450x2)+
(4425x1)}
/(1+2+3+4+5)
01/14/2004
5450
4845
01/15/2004
5450
5045
01/16/2004
5300
5215
01/29/2004
5300
5290
01/20/2004
5150
5340
01/21/2004
5100
5330
01/23/2004
5200
5260



Setelah mengetahui cara perhitungan grafik WMA, selanjutnya kita bisa menentukan sinyal transaksinya. Adapun sinyal beli dan jualnya sama dengan SMA. Berarti, sinyal beli terjadi saat grafik saham memotong ke atas grafik WMA. Sementara sinyal jual terjadi saat grafik saham memotong ke bawah grafik WMA.
Setelah mengetahui konsep dasar dan cara perhitungannya, Anda tinggal melihat grafik harga saham yang disajikan bersama dengan grafik hasil perhitungan WMA.  selama periode September 2004 sampai dengan Juni 2005, terdapat 5 sinyal beli dan 4 sinyal jual., grafik tersebut dibagi dalam 5 area perdagangan. Masing-masing area perdagangan .idalah pasangan sinyal beli dan jual, dimana area tersebut menunjukkan adanya peningkatan harga saham BBCA setelah sinyal beli muncul.
pada area pertama terlihat sinyal beli di kisaran harga 1900 dan sinyal jual di sekitar harga 2600. Setelah sinyal jual di area pertama, tidak lama kemudian muncul sinyal beli di area perdagangan yang kedua, dan seterusnya. Pada dasarnya terlihat WMA (40), ini bisa digunakan sebagai alat bantu investor dalam bertransaksi saham.

0 komentar:

Poskan Komentar